Kamis, 17 Desember 2009

Kuil Artemis



Kuil Artemis adalah kuil Yunani yang didirikan untuk Artemis, sekitar 550 SM di Efesus dibawah dinasti Achaemenid dari kekaisaran Persia. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kini, kuil ini telah hancur.

Patung Zeus


Patung Zeus di Olympia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Patung ini dibuat oleh skulptor terkenal, Phidias (abad ke-5 SM) kira-kira tahun 432 SM di Olympia, Yunani. Patung yang terduduk, yang memiliki tinggi sekitar 12 meter, mengisi seluruh Kuil Zeus yang dibangun sebagai rumah patung ini. Penyebab kehancuran patung ini hingga kini masih diperdebatkan.

Mercusuar Iskandariah



Mercusuar Iskandariah atau Pharos Alexandria (dari bahasa Yunani o Φάρος της Αλεξάνδρειας) adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariah kuna, Mesir Kuno. Ketinggiannya diperkirakan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

Mausoleum Maussollos



Mausoleum Maussollos atau Mausoleum Halicarnassus, adalah makam yang dibangun antara 353 dan 350 SM di Halicarnassus (Bodrum, Turki kini) untuk Mausolus, satrap kekaisaran Persia dan Artemisia II dari Caria, istrinya. Struktur ini didesain oleh arsitek Yunani, Satyrus dan Pythius.[1][2] Mausoleum ini memiliki tinggi sekitar 45 meter.

Taman Gantung Babilonia




Taman Gantung Babilonia adalah salah satu di antara tujuh keajaiban dunia kuno. Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di negara Irak

Colossus Rodos


Colossus Rodos adalah patung Helios, yang terletak di pulau Rodos, Yunani, dibuat oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM. Patung ini dianggap sebagai 7 keajaiban dunia kuno. Sebelum kehancurannya, patung ini berdiri lebih dari 30 meter, membuatnya sebagai patung tertinggi dalam dunia kuna. Colossus Rodos memiliki tinggi yang hampir sama dengan Patung Liberty.

Minggu, 06 Desember 2009

Apakah Kita Berasal Dari Manusia Purba

Pendahuluan

Menurut ilmu pengetahuan dan sejarah, nenek moyang manusia berasal dari manusia purba (manusia kera) seperti pithecantropus erectus, meganthropus, dll, yang kemudian ber-evolusi menjadi manusia modern seperti saat ini.tetapi, jika menurut pemikiran gw, hal tersebut tidak mungkin. mengapa gw berpikir demikian?

Hitung Hitungan
Mari kita hitung jika kita benar-benar adalah anak cucu dari manusia purba. seperti kita ketahui, manusia akan berkembang biak, beranak-cucu… bila kita hitung secara kasar saja, dalam sekali 50 tahun siklus, manusia berkembang biak n populasinya meningkat 2 kali lipat dari semula. Maka, jika dihitung pada jaman pithecantropus erectus (2 juta tahun yg lalu) sampe sekarang, berarti:

2.000.000 / 50 = 40.000 siklus perkembang biakan.
Oleh karena karena pada setiap siklus, populasi akan meningkat 2 kali lipat, maka hasilnya adalah 2 pangkat 4000. berapa coba?
setahu gw 2 pangkat

1 = 2
2 = 4
4 = 16
8 = 256
16 = 65.536
32 = 4.294.967.296 = kira-kira 4.3 x 10^9
64 = 18.446.744.073.709.551.616 = kira-kira 1.8 x 10^19

dan

40000 = kira-kira 1.5 x 10^12041
berarti, dalam 2 juta tahun yang lalu, sampe sekarang jumlah manusia akan sebanyak
100000000000000000000000000000000000000000000000… nolnya 12041 kali

Ketidak-mungkinan

andaikan bumi itu besar deh…
andaikan bumi memiliki 10 benua,
andaikan setiap benua meiliki 100 negara,
andaikan setiap negara mempunyai 100 pronpinsi,
andaikan setiap provinsi mempunyai 1.000 kabupaten/kotamadya,
andaikan setiap kabupaten mempunyai 1.000 desa/kota,
andaikan setiap kota mempunyai 10.000 RT,
andaikan setiap RT mempunyai 1.000.000 rumah

maka, sangat sederhana… tinggal di bagi saja 1.5 x 10^12041 / 10^21
dan hasilnya, setiap rumah akan berisi 1.5 x 10^12020 orang
bisa dibayangkan kalo rumah loe diisi orang sebanyak
10000000000000000000000000000000000000000000000… nolnya 12020 kali
segede apapun rumah loe, bagaimana bisa?

Okelah… banyak sekali faktor alam sehingga cara perhitungan tadi terlalu kasar. so… andaikan karena bencana, perang, penyakit menular, dsb, kita ambil saja paling lambat. Setiap siklus perkembangan menjadi 2 kali lipat memakan waktu 1000 tahun (sudah sangat lambat khan?). Nah… berarti, 2.000.000 / 1.000 = 1000 siklus…

2 pangkat 1000 = 10^301
10000000000000000000000000000000000000000000000… nolnya 301 kali.
Dan kalo sekali lagi kita andaikan-andaikan-andaikan seperti skenario diatas, maka setiap rumah akan berisi orang sebanyak 10^301 / 10^21 = 10^280
10000000000000000000000000000000000000000000000… nolnya 280 kali.

toh masih gak mungkin sebanyak itu khan ?Kalo kita hitung menurut populasi manusia di bumi sekarang, jumlah manusia saat ini hanya sekitar 6-7 Milyar saja. karena 2 pangkat 33 = 8 milyar, so… 6-7 Milyar itu brarti melewati gak nyampe 33 siklus perkembang-biakan.Jika sejak zaman manusia purba (2 juta tahun yang lalu) hanya ada 33 siklus, berarti setiap sikusnya adalah 60 ribu tahun. tidak mungkin dalam 60 ribu tahun manusia hanya bertambah 2x lipat.

So…. Menurut gue, analisis tentang pithecantropus erectus adalah nenek moyang kita: bagi gue, tidak masuk akal. tetapi bukti memang menunjukkan eugene dubois menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, dan penemuan fosil2 manusia purba lainnya di tempat2 lain. Buktinya manusia itu memang ada.

Kemungkinan
Nah… kalo kita ingat / pernah baca cerita kitab suci dan al-quran seperti cerita nabi nuh, dimana dalam cerita tersebut, manusia musnah semua karena banjir besar, kecuali nabi nuh sendiri dan keluarganya. nah… dengan kejadian kejadian seperti itu, maka mungkin saja penduduk dunia sekarang hanya 6-7 Milyar jiwa. karena akibat banjir itu, manusia musnah hampir semua.

Dan bencana seperti itu gw pikir sudah banyak kali terjadi di bumi. Mengapa? ya sederhana saja… bayangkan jika tidak terjadi bencana seperti itu selama 64 siklus perkembangbiakan saja.maka total manusia akan berjumlah 18.446.744.073.709.551.616 kalo manusia sebanyak itu? bumi mana muat?

Sekarang, mari kita lihat lagi dari peradaban makhluk purba tersebut yang kuno. Jika terjadi bencana besar seperti itu, bagaimana mereka bisa bertahan hidup? okelah, mereka bisa membuat cano, perahu dari pohon. Tetapi apakah bisa menyelamatkan mereka dari badai dan ombak? tidak mungkin mereka bisa membuat Kapal khan?

So… menurut gw… pitecanthropus erectus itu memang ada. tetapi makhluk itu telah punah… seperti hal-nya dinosaurus. tidak ada hubungannya dengan manusia jaman modern sekarang.

So, darimana kita itu berasal? Siapakah Moyang kita?
Monyet? I don’t think so…
kalo menurut gw, yang paling masuk akal adalah menurut kitab suci dan al-quran bahwa manusia diciptakan tuhan dan berasal dari adam dan hawa. menurut ahli kitab suci, adam dan hawa diciptakan kira-kira pada tahun 4000SM. Jika sekarang tahun 2000, maka jarak antara zaman Adam n Hawa sampe sekarang adalah kira2 6000 tahun dan jika kita pake lagi siklus 33 kali diatas, maka setiap siklus adalah 6000 / 33 = sekitar 180 tahun… lebih masuk akal khan ?

Jika dikurangi lagi cerita bahwa terjadi banjir besar… kira kira 3000SM yang akhirnya memusnahkan manusia. yang selamat hanya nabi nuh dan keluarganya, maka 5000 / 33 = sekitar 150 tahun. ya… lebih masuk akal lagi khan?

so… gw yakin!!!
MOYANG GW BUKAN MONYET / Manusia Purba !!!
tau deh kalo kalian…